Gemah NEWS, Surabaya – Memulai hari dengan bangun lebih awal menjadi salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang ingin menjalani aktivitas secara lebih terencana. Waktu pagi yang masih relatif tenang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif, mulai dari menyusun rencana harian, berolahraga, menikmati sarapan, hingga mempersiapkan diri sebelum menjalankan pekerjaan atau aktivitas lainnya.
Memiliki waktu tambahan di pagi hari dapat membantu seseorang mengatur ritme aktivitas dengan lebih baik. Dibandingkan harus memulai hari dalam kondisi terburu-buru, bangun lebih awal memberikan kesempatan untuk mempersiapkan segala sesuatu secara perlahan sehingga pikiran menjadi lebih siap menghadapi berbagai tugas yang harus diselesaikan.
Selain mendukung produktivitas, suasana pagi yang lebih hening juga dapat memberikan ruang bagi seseorang untuk melakukan aktivitas yang bersifat menenangkan, seperti membaca, bermeditasi, menulis jurnal, atau sekadar menikmati waktu sebelum kesibukan dimulai. Kebiasaan tersebut dapat membantu membangun suasana hati yang lebih positif sepanjang hari.
Sejumlah figur publik dunia juga dikenal menerapkan rutinitas pagi sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Oprah Winfrey diketahui memiliki kebiasaan memulai hari dengan aktivitas seperti meditasi, refleksi diri, dan olahraga sebelum menjalankan pekerjaannya. Sementara itu, Mark Wahlberg dikenal menjalani jadwal pagi yang dimulai sejak dini hari dengan olahraga dan persiapan aktivitas harian.
Tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, kebiasaan bangun lebih pagi juga disebut memiliki hubungan dengan kesehatan mental. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry menemukan bahwa perubahan pola tidur dengan bangun sekitar satu jam lebih awal berkaitan dengan penurunan risiko mengalami depresi mayor.
Penelitian tersebut melibatkan sekitar 840 ribu peserta dan dilakukan oleh peneliti dari University of Colorado Boulder, Broad Institute, serta Harvard University. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kronotipe atau kecenderungan alami seseorang dalam mengatur waktu tidur dan bangun memiliki kaitan dengan kondisi psikologis. Individu yang memiliki pola bangun lebih awal cenderung memiliki risiko depresi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang terbiasa tidur dan bangun lebih larut.
Meski demikian, perubahan kebiasaan tidur tidak disarankan dilakukan secara mendadak. Para ahli menyarankan agar seseorang mengubah jadwal tidur secara perlahan dengan memajukan waktu tidur dan bangun secara bertahap. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut agar ritme sirkadian atau jam biologis tetap berjalan seimbang.
Agar lebih mudah membangun kebiasaan bangun pagi, beberapa langkah sederhana dapat diterapkan. Mendapatkan paparan cahaya matahari pada pagi hari, mengurangi penggunaan telepon genggam atau perangkat elektronik menjelang tidur, menciptakan rutinitas malam yang konsisten, serta menjaga waktu tidur yang cukup dapat membantu tubuh mengenali pola baru.
Bangun lebih pagi bukan hanya tentang mengurangi waktu tidur, melainkan mengatur pola hidup agar lebih seimbang. Dengan kebiasaan tidur yang teratur, tubuh memiliki kesempatan untuk beristirahat dengan baik, pikiran menjadi lebih siap, dan aktivitas harian dapat dijalankan dengan lebih produktif.(red/lis)
0 Komentar